Pelajaran Memberi untuk Menerima

Ada seorang yang miskin dan bertanya pada Sang guru bijak: “Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?”

Sang guru menjawab: “Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain.”

Orang Miskin: “Tapi saya tidak punya apapun untuk diberikan pada orang lain?”

Sang guru bijak: “Sebenarnya kamu masih punya banyak untuk kamu berikan pada orang lain.”

Orang Miskin: “Apakah itu hai guru bijak?”

Sang guru bijak:
“Pertama, dengan Mulut yang Kamu punya, kamu bisa berikan senyuman dan pujian.”

“Kedua, dengan Mata yang Kamu punya, kamu bisa memberikan tatapan yang lembut.

“Ketiga, dengan Telinga yang Kamu punya, kamu bisa memberikan perhatian.”

“Keempat, dengan Wajah yang Kamu punya, kamu bisa memberikan keramahan.”

“Kelima, dengan Tangan yang Kamu punya, kamu bisa memberikan bantuan & pertolongan pada orang lain yang membutuhkan, dan masih banyak lagi.”

“Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin, hanya saja tidak pernah mau memberi pada orang lain.”

“Itulah yang menyebabkan orang lain & alam semesta juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu”

“Engkau akan terus seperti ini jika terus tidak mau memberi & berbagi pada orang lain dan siapapun, karena terus merasa kekurangan & tidak memiliki apapun dalam hidupmu”

“Pulanglah & berbagilah kebaikan pada orang lain dari apa yang masih kamu punya agar orang lain & alam semesta juga mau berbagi kebaikan padamu.”

Diolah dari sumber: https://wasmin.me/2018/03/16/kisah-nyata-orang-indonesia-yang-tinggal-di-jerman/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s